PSIM Bungkam Persitara 3-1

kirim-02 copy

Hujan deras menguyur Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Kali ini PSIM bertanding dengan kondisi lapangan yang basah karena hujan dan terlihat ada beberapa genangan air. Kali ini, PSIM menjamu Persitara Jakarta Utara yang diperkuat oleh mantan pemain PSIM, Adolfo Souza. Wasit Tabrani asal Surabaya meniup peluit tanda dimulainya pertandingan. PSIM langsung mengebrak pertahanan Persitara yang diperkuat oleh dua legion asing, Patricio Jimenez dan Jacques Evrard. Namun serangan PSIM selalu dapat dipatahkan.

Petaka terjadi ketika Adolfo berhasil menyambut bola dan mencetak gol melalui sundulan. Ketinggalan gol dari Persitara, PSIM meningkatkan serangan lewat Rimkus dan M. Irfan namun serangannya bisa dibilang tidak efektif. Pemain PSIM juga sering kehilangan bola sehingga dapat dimanfaaatkan oleh para pemain Persitara. Babak pertama PSIM bermain tanpa pola dan ritme yang jelas.

Pada babak kedua, Kristian Aldemund masuk menggantikan Lakman Salan yang minim peluang. Masuknya Kristian memberi untuk permainan PSIM. Berduet di tengah bersama Eko Budi, Kristian bahu-membahu menghalang aliran bola dari lawan. Kali ini umpan-umpan dari Kristian terbilang manja untuk para pemain. Namun Kristian sering terlambat ketika pemain Persitara melakukan counter attack. Pada menit 53, Emile Linkers dijatuhkan di dalam kotak Penalti. Emile Linkers kembali dipercaya sebagai algojo berhasil menyarangkan bola.

Dulsan Lestaluhu yang beroperasi di sisi kanan ditarik oleh pelatih Hanafing dan digantikan oleh Topas Pamungkas. Pada menit 57’ Rimkus mencetak gol setelah memanfaatkan umpan dari Eko Budi. PSIM berbalik unggul 2-1 atas Persitara. PSIM menampilkan umpan-umpan pendek cukup berhasil mengobrak-abrik pertahanan Persitara. Eko Budi turut menyumbang satu gol setelah meneruskan umpan dari Topas yang menusuk dari sisi kanan.

Andai saja Linkers dapat memanfaatkan peluang ketika berhadapan dengan kiper Persitara, Imam Arief mungkin PSIM menambal jumlah golnya. Kartu merah dikeluarkan oleh wasit Tabrani setelah M. Irfan mengganjal pemain Persitara. Ini merupakan kartu kuning kedua untuk M. Irfan. Seto masuk menggantikan Nova Zaenal untuk menambal lini tengah. Seto memiliki peluang mencetak gol setelah terjadi kemelut di depan gawang Persitara namun tendangannya masih lemah.

Kemenangan PSIM atas Persitara menempatkan pada peringkat 3 pada klasemen sementara. “Beruntung Kristian dapat bermain padahal dia masih mengalami cedera hamstring” ujar Hanafing seusai pertandingan. Hanafing juga berkomentar tentang formasi yang diterapkan ketika memasukan Kristian. “Formasi ini (4-3-2-1) sudah pernah dicoba sewaktu bertemu Persitara saat Mataram Cup” jelas Hanafing. Setelah bertanding dengan Persitara, PSIM dijadwalkan bertandang ke Pekalongan untuk melawan Persip Pekalongan. (DIM)

Text : Dimaz Maulana

Photo : Beni Widyasworo/Merapi

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

6 Responses to “PSIM Bungkam Persitara 3-1”

  1. Sigit Dwi K says:

    lanjutkan!!!

  2. punkgrunge says:

    Hanafing yg salah komunikasi, kristian siap 200% tp miss komunikasi dianggapnya cidera. mungkin M zein di jeda babak 2 berbincang dgn Hanafing, kalo kristian bisa dimainkan. dan terbukti menambah daya gedor PSIM di babak 2… FORZA MATARAM!

  3. MZ says:

    Utk menjadi klub prof, msh banyak yg hrs dilakukan oleh management PSIM termasuk dukungan yg serius dr para penggemarnya. Psim tdk mungkin besar kalau pencintanya tdk bahu membahu dg management dlm meningkatkan pertumbuhannya

  4. Ari Zie says:

    Semoga pertandingan selanjutnya melawan Persip dan Persitema bisa dapet hasil positif… GO PSIM

  5. meztho says:

    lakman ayo buktikan kamu juga bisa….ingat waktu masih sama2 di salatiga..cahyooo

  6. Sigit Dwi K says:

    road to ISL #PSIM

Leave a Reply to Sigit Dwi K

Powered by PSIMjogja.com